Tampilkan postingan dengan label untuk di ingat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk di ingat. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2011

Teruntuk Ibu

oleh Uzura Takachi

Pahamilah hal berikut....Untukmu Ibu Selamat Hari Ibu..Air matamu tak pernah tergantikan

Ketika Aku Sudah Tua...Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.

Mengertilah... bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup,ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,

ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau

dengar, bersabarlah mendengarkan,jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu

kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku,jangan marah padaku.

Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang teknologi dan hal-hal baru, jangan

mengejekku.Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan,ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk

memapahku.Seperti aku memapahmu saat kau belajar waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita,berilah aku waktu untuk

mengingat.Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau

disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua,janganlah berduka.

Mengertilah aku,dukung aku,seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai

belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini,sekarang

temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran,aku akan memberikan senyum penuh rasa

syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.....Ingatlah selalu itu anakku...karna ibu sangat menyayangimu ....Peluk Cium yg hangat dan penuh kasih untukmu wahai anakku....Dari ibumu yg selalu menyayangimu dgn penuh cinta..

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam Bersabda,''engkau takkan pernah bisa menggantikan semua jerih payahnya bahkan satu rintihan di antara rintihan-rintihannya pada saat melahirkan. Didunia ini tidak ada yang bisa bekerja keras yang melebihi dari yang dilakukan oleh seorang ibu.' (HR. Muslim)

Kamis, 09 Juni 2011

SURAT UNTUK YANG TELAH TERSAKITI

Oleh Taufik

Teruntuk seseorang yang pernah ku sakiti.

Teruntuk seseorang yang kecewa dengan tingkahku selama ini, untuk dia yang terus berdiam diri, untuk seseorang yang pernah mengisi namanya dihatiku ini.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang pernah tersakiti,

Lama kita tidak saling mengirim kabar, teramat lama juga kita membangun luka antara sesama kita. Maafkanlah aku yang terus kecewa, maafkan aku yang begitu posesif ingin melindungimu namun aku tak pernah mengerti cara yang dewasa yang kau anggap baik untuk melindungimu. Maafkanlah aku yang tak pernah dewasa dalam mengambil sikap.

Teramat lama aku ingin segera mengakhiri perang dingin ini. Teramat lama aku ingin kita kembali berteman seperti dulu lagi, tanpa harus ada makian antara aku dan kamu. Teramat lama dan telah teramat sesak aku menunggu waktu yang tepat untuk mengucapkan kata maaf ini. Maka maafkanlah aku.

Apakah engkau harus terus memegang kata: tidaklah mudah untuk memaafkan.

Bukankah Tuhan saja Maha Pemaaf, namun mengapa aku atau engkau tidak mampu memaafkan? Sudah menjadi tuhan-tuhan kecilkah kita?

Atau memang engkau telah memaafkan segala kesalahanku? Namun mengapa telah terputus tali silaturahmi diantara kita?

Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah begitu mudah memutuskan sesuatu yang berat, janganlah begitu mudah membenci sesuatu. Hal yang engkau anggap ringan itu sebenarnya adalah sesuatu yang berat di mata Allah. “Dan janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil.”

Masih ingatkah engkau suatu kisah, dimana engkau bercerita: “Aku pernah memiliki seekor domba, dulu domba itu begitu kusayang. Kemana aku pergi domba itu mengikutiku, dan kemana domba itu beranjak akupun mengikutinya. Namun suatu hari aku amat begitu buruk dan membencinya, domba itu mulai sering mengomel. Dia mengoceh betapa aku harus lebih sering mandi, dia terus berkelakar bahwa tidak baik jika aku tidak mandi. Dia mulai sering mengkritikku. Aku marah. Aku ku tinggalkan domba itu sendiri. Tidak peduli dia mau mati atau terisak nangis sendiri. Bahkan domba itu mulai membentak bahwa selama ini aku tidak ikhlas menemaninya, padahal aku ikhlas.”

Dan aku pun tersenyum mendengar kisahmu. Aku pun berkata, “Mengapa tidak kau temani lagi dombamu yang sedang merajuk itu?”

Kau pun ketus menjawab, “TIDAK! Dia bukan dombaku!”

Tahukah engkau wahai seseorang yang pernah ku sakiti, aku pun kini merasakan apa yang dialami oleh domba itu. Terlalu sakitkah dirimu sehingga engkau begitu membenciku dan menjadikan aku laksana domba dalam ceritamu?

Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah engkau seperti Yunus ketika meninggalkan kaumnya karena kemarahannya akibat kezaliman kaumnya dan Allah pun memperingatkan Yunus, “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.”

Dulu kita pernah berteman baik sekali, hingga aku pun mengerti kapan kau akan sakit dalam tiap-tiap bulanmu. Dulu engkau begitu pengasih, hingga tahu betapa aku menginginkan sesuatu dan engkaupun memberikannya. Dulu, kita berdua begitu baik.

Namun mengapa setelah datang kebaikan, timbul keburukan?

Sedari awal, aku telah memaafkanmu. Bahkan aku merasa, kesalahanmu di mataku adalah akibat salahku. Aku yang memulai menanam angin, dan aku melihat badai di antara kita. Badai dingin yang amat begitu menyesakkan. Paling tidak untukku.

Jangan takut jika engkau khawatir perasaan cinta yang dulu melekat akan kembali timbul. Aku bukanlah seorang baiquni seperti yang dulu lagi. Aku telah mengubah sudut pandangku tentang seseorang yang layak aku cintai. Aku sekarang sedang mencari bidadari.

Ingin aku bercerita kepadamu, kandidat-kandidat bidadariku.

Mengapa setelah habis cinta timbul beribu kebencian. Mengapa tidak mencoba membuka hati untuk seteguk rasa maaf. Jujur, bukan dirimu saja yang tersakiti, namun aku juga. Namun aku mencoba membuang semua sakit yang begitu menyobek hati. Andai engkau tahu wahai engkau yang pernah kusakiti.

Pernahkah engkau menangis karenaku seperti aku menangis karenamu? Seperti aku terisak dihadapanmu. Pernahkah?

Mungkin dirimu telah menemukan seseorang yang begitu engkau sayangi. Seseorang yang mampu membangkitkan hidupmu lagi, tetapi aku? Pernahkah engkau berpikir betapa hal yang engkau lakukan terhadapku begitu berdampak laksana katrina. Bahkan setelah itu aku masih memaafkanmu, bahkan aku menunduk memintamu memaafkan aku.

Sudah menjadi tuhan kecilkah dirimu? Bahkan Tuhan saja memaafkan.

Tahukah wahai engkau yang pernah tersakiti, betapa aku meneteskan air mata saat menulis ini. Betapa aku seolah pendosa laksana iblis yang terkutuk. Apakah engkau mengerti apa yang kurasakan? Mengertikah dirimu?

Tak pernah ada manusia yang luput dari suatu kekhilafan. Tidak aku, tidak juga kamu wahai engkau yang pernah tersakiti. Maka, bukalah pintu maafmu itu.

Untuk surat ini, untuk kekhilafanku yang lampau, untuk kenangan yang membuatmu sakit, untuk segala sesuatu tentang kita, aku minta maaf.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dokter, Saya keguguran ya?

Oleh Bobby

Usai shalat Zuhur di siang itu, seorang ibu berusia kira-kira hampir 40 tahun datang ke tempat saya bersama supirnya untuk menjemput. Ibu itu bernama Loli, -sebutlah demikian-. Seorang ibu pebisnis, peduli masyarakat dan mencintai Allah sepenuh hati. Itu setidaknya deskripsi singkat yang saya tahu tentang beliau.

Perjalanan menuju tempat pertemuan di daerah Slipi penuh pembicaraan agama yang antusias. Saya bersyukur kepada Allah Swt atas pertemuan yang sarat berkah ini. Hingga dalam babak-babak awal perjalanan, meluncurlah sebuah kalimat tanya dari mulut ini, "Ibu Loli sudah berapa anaknya?" Saya menganggap hal ini wajar ditanyakan sebagai pembuka bicara.

"Alhamdulillah belum punya, pak!" jawabnya. Mendengarnya saya menyesal... tersedak...! Hampir saja saya meminta maaf atas pertanyaan tadi. Saya khawatir itu membuatnya sedih.

"Alhamdulillah Allah belum kasih… tapi saya senang kok! Mungkin Allah belum kasih saya anak supaya saya bisa mencintaiNya selalu" beliau menambahkan.

Saya mengira jawaban yang ibu Loli lontarkan adalah jawaban orang sedih untuk membesarkan hati. Namun ternyata dugaan saya salah!

Ibu Loli bercerita kepada saya bahwa sudah 12 tahun ia menikah. Selama itu ia dan suami selalu berharap agar Allah Swt memberi mereka anugerah keturunan. Selama itu ia selalu meminta kepada Allah apa yang ia inginkan berupa keturunan. Lama-kelamaan ia berpikir bahwa selama ini ia telah mendikte Allah Swt, seolah Allah tidak tahu kebutuhan hambaNya.

"Akhirnya saya jadi malu juga selalu meminta dalam berdoa kepada Allah. Sejak saat itu saya serahkan kepadaNya apa yang terbaik untuk saya, dan saya semakin bertambah cinta kepada Allah" jelas ibu Loli.

Cinta kepada Allah terus tumbuh di hati Loli. Malah Allah hadirkan sebuah buku yang amat indah untuk dibaca dan buku itu berisikan tentang hubungan Allah dan hambaNya.

"Tiga kali saya baca buku itu, tiga kali saya hamil dan tiga kali saya keguguran…" Loli berujar.

"Dalam buku itu saya membaca bab MENCINTAI ALLAH. Usai membaca bab itu hati saya senang dan Allah Swt mentaqdirkan saya hamil. Saya amat bergembira dan saya merawat kehamilan saya sebaik mungkin. Saya bersyukur kepada Allah Swt atas karunia berharga ini."

"Namun begitu pindah ke bab TAWAKKAL, saya merasa bahwa semua urusan hidup sudah Allah atur. Saya berpasrah kepadaNya… dan setelah itu saya keguguran. Tapi saya dapati hati saya tidak sedih karenanya. Saya mencoba bersabar dan pasrah dengan ketentuan Allah Swt. Saya rasakan, semuanya jadi indah lho pak kalau kita pasrahkan pada ketentuanNya!" tegas ibu Loli.

Saya terdiam... menyimak dengan dalam setiap kalimatnya. Saya berharap ibu Loli menjelaskan lagi lebih jauh bagaimana dia bisa melewati hal-hal getir dengan senyum dan sabar.

Ruangan RS bersalin itu dipenuhi 4 orang. Warna putih mendominasi di setiap sudut. Pucat setiap warna yang hadir dalam ruangan yang merebak aroma obat-obatan. Sepucat wajah keempat orang yang menemani Loli di dalamnya.

"Itu kali ketiga saya mengalami pendarahan dari rahim..." bu Loli mencoba menjelaskan. Ia mengalami pendarahan cukup serius dari kehamilannya hingga ia jatuh pingsan. Suaminya segera membawa mobil dengan kencang ke RS bersalin tempat Loli selalu memeriksa kandungan. Kebetulan mama Loli yang berdomisili di Belanda beberapa hari itu ada di Jakarta dan mendampingi buah hatinya untuk menghadapi kejadian yang tidak mengenakan ini.

Mobil diparkir dan Loli pun dibawa segera ke ruang tindakan. Hanya dalam beberapa puluh menit dokter dan perawat yang menangani telah tahu hasil dari pendarahan yang terjadi. KEGUGURAN, itulah berita pahit yang akan mereka sampaikan.

Menetes air mata saat suami dan mama Loli mendengar berita dokter. Tubuh mereka berguncang dan bibir pun digigit untuk meredam duka. Tak terbayang betapa ujian ini terjadi berulang-ulang. Tiga kali sudah berarti Loli dan suaminya mengalami hal serupa setelah 12 tahun menikah.

Selang beberapa lama Loli siuman. Ia membuka mata dan ia dapati ada 4 orang yang ia kenal di sana. Mama, suami, dokter dan seorang perawat.

Loli menatapi satu per satu wajah mereka dengan seksama. Semuanya tersenyum, namun senyum tersebut tidak menyibak ketulusan. Loli menduga bahwa ada hal yang mereka sembunyikan dari dirinya. Pandangan pun ia lemparkan ke arah dokter. Loli pun bertanya, "Dokter...., saya keguguran ya?!"

Sang dokter tak sanggup berkata apa-apa. "Dokter...., saya keguguran ya?! Dokter...., saya keguguran ya?!" berkali-kali Loli bertanya kepada dokter, namun dokter tak mau bicara.

"Dokter...., saya keguguran ya?! Ah pak dokter..., bilang aja kalau saya keguguran...! Saya ikhlas kok kalau memang benar begitu" ujar Loli.

Karena didesak berkali-kali, dokter pun menyampaikan seadanya. Suami & mama Loli kembali meneteskan air mata, tak sanggup mereka bayangkan betapa hati Loli akan menderita. Namun aneh, Loli tak sedikit pun menunjukkan gurat kesedihan... hingga akhirnya ia pun dibawa pulang ke rumah.

"Betul lho pak saya gak sedih saat itu. Saya pasrah banget sama Allah! Saya sendiri bingung kok punya perasaan yang amat beda dengan kebanyakan orang. Hingga dalam perjalanan pulang malam itu, ibu saya bilang, 'Loli, mama bingung sama kamu... kok kamu gak ada sedih-sedihnya sedikitpun. Mama aja sampai nangis berkali-kali mikirin nasibmu. Eh..., orang yang ditangisin cuma bisa cengengesan doang!" jelas bu Loli bersemangat.

Saya kagum sekali menyimak cerita ini. Betapa indah halawatul iman yang Allah berikan kepada ibu Loli. Hingga manisnya nikmat dan getirnya musibah dapat dirasakan dengan kesyukuran dan kesabaran.

Saya kagum dan salut... dalam hati saya bergumam, "Hebat... hebat... hebat dan mengagumkan sosok ibu yang satu ini!" seperti Rasulullah Saw mengatakan hal serupa kepada setiap mukmin yang bersyukur & bersabar bahwa mereka teramat mengagumkan.

"Sungguh mengagumkan keadaan orang mukmin. Keadaan mereka senantiasa mengandung kebaikan. Hal demikian itu tidak akan terjadi, kecuali bagi orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar. Itupun, juga merupakan kebaikan untuknya." HR. Muslim.

Kebaikan Allah Swt semoga untukmu selalu, bu Loli!

Salam,

Senin, 28 Maret 2011

Mentari Pagi

oleh Dicy


Memandang langit nan indah

Menikmati ciptaan Sang Maha Pemurah

Ucapan syukur menghias lidah

Berharap kan bisa selalu terarah





Terik mentari di pagi hari

Menghibur jiwa yang sunyi

Cahanya semerbak menyinari hati

Berusaha temukan cinta sejati





Hatiku kini tak lagi pilu

Terbuai dunia yang menipu

Kuberharap ini kan bersemi selalu

Demi mengharap cinta Dzat Yang Maha Tahu





Kuberharap hatiku kan secerah mentari

Bisa menerangi hati hati yang sunyi

Membangunkan jiwa jiwa yang sepi

Mengapai ridho ilahi



feb'08'2011

maap gak sopan

oleh Listriani Augustien

Tuhan , apa yang harus kutulis dalam selembar kertas putih nan bersih ini ?

Apakah akan kutulis dengan semua kebodohanku atau semua ketidakmampuanku ?

Tapi , aku akan tetap memaksakan diriku untuk menulis agar dia tahu apa yang kini aku rasa

Akan kutulis itu semua , entah itu dengan kebodohan atau ketidakmampuanku ...



Setua ini , belum pernah aku merasakan hal dahsyat yang mampu membuncah hatiku

Kini , diumur yang hampir menginjak dewasa aku merasakan jatuh cinta yang amat berlebihan

Aku rasa bukan berlebihan , namun lebih tepatnya adalah ketidakmampuanku untuk menahan rasa keparat yang menyejukkan itu

Ahh , percuma aku memaki

Dia tidak akan mendengar kataku , tidak akan pernah ...

Kebodohan ini menenggelamkanku dalam indahnya dunia ketika aku jatuh cinta

Aku jatuh cinta ..

Tiga kata dahsyat itu kini aku rasa

Jatuh cinta pada pandangan pertama .

Bodoh !

Harusnya aku tak terpesona pada pandangan matanya yang menusuk tajam itu

Itulah kebodohanku , aku bukan terpesona melainkan aku bodoh tidak menjaga hatiku dan pandanganku



Ya Tuhaaannn , aku ingin memaki dengan segala kebodohan dan ketololan aku

Tapi pada siapa ?

Bukan pada siapa , lebih tepatnya lagi adalah untuk apa ?



Baiklah , aku tidak akan memaki siapapun dalam hal ini karena itu semua terjadi karena kebodohan dan ketololan ku .

Tapi , aku akan mencoba berbicara sopan disini ..



Tuhan , aku mencintai dia

Dia seperti bajingan yang menyerupai pangeran ..

Ahh , aku mulai mendengus kesal dengan apa yang kurasa ...

Sekali lagi aku mengatakan , diriku bodoh !

Tapi Tuhan , sungguh aku mencintai dia ..

Bisakah dia menjadi milikku ?



Hahahaha , mungkin Tuhan akan tertawa lepas mendengar pintaku yang bodoh ini

IBU

oleh Zahra

siapa siihh orang yang paling pertama kalii kita carii,disaat hati tersakiti .. dsaatt hatii terlukaa. .??
kemana kaki melangkah saat badan terasa sakitt ... semangat mulaii rapuhh .... dan membutuhkan energi buat hidupp .. ???
orang yang kita carii .. adalah IBU . . kaki akan melangkah ketempat IBU..

saat mata terbuka...
tangiiss menjeriitt .. tangan siapa yang mendiamkan kitaa...
elusann siapa yang kitaa rasaa dan membuat kita tenang ...
suara siapa yang bisa membuat kita terdiam dr tangisss?? "IBU"

sewaktu balita ..saat kaki blum kokoh melangkah .. d tatahan ibu kita yakon melangkah ...
saat suara blum jelass terucap .kata ibu yang bulat terdengar .
..kencing bahkan buang air besarpun belum bisa sendiri ..
tp tangan siapakah yang membantuu ???? "IBU"

dan kita pun beranjak remaja ...
siapakah yang kita panggil saat alat2 tulisss sekolah kita hilang??siapaakah orang yang pertama kali kita panggil.bahkaaann kita memanggil dengan suara lantang seakan kita tuan putri bahkan tuan raja yang memanggil dayang ..kita memanggil ibu , tp pernahkah IBU menolak mecarinya ??? TIDAKK...

lalu kita pun beranjak dewasa ..
kita pun mengenal cinta ..
siapa orang yang pertama kali kita telpon saat kita sedang bahagia???
terkadang " PAACAAR KITA"
siapa orang yang pertama kali kita ajak bersenang2 dluar sana ???
selalu "PACARR"
IBU terlupakan .. ibu terdiam d rumah .. dan kita asyik sendiri d luar sana ..
terkadang ibu menunggu d pintu rumah hawatir menunggu kita yang sedang asyik tertawa terbahak2 bersama pacar ataupun sahabat ..
pernahkan ibu pergi bersenang2 dluar sana sedagkan kita drumah dan dibiarkan menunggu sewaktu kecil
pernahkahh ibu terlambat mengangkat popokk kitaa saat kita buang airr kecill atau buang airr besarr ...??sedetikpun ibu taa pernah meninggalkan kitaa...sedikittpun taa pernah ada keluhann yang keluar dari mulutt ibuu ,,
saatt kita rewell d tengah malamm...
menangisss dsaat ibuu cape bekerja...pantaskah ??


tp kitaa...
dengan gampang nya meninggalkan ibu ..
karna alasan bersenang2 dengan pacarr .. atau pun temann ...
ibu sendirian drumah .. kesepiann .. dan hanya bisa menatap anak yg drawatnya dari kecil sudah tumbuh dewasa .. dan kemudian ibu hanya berkomunikasi dengan Tuhan lewat doa ... mendoakan kitaa dan memberikannn harapan2 untuk kita..
tp pernahkah kitaa mengingatt untuk mendoakan ibu dsaaat kita sednag sibuk dengan kesenangan sendiri ???

terkadang memang benar...
makhluk Tuhan yang paling tuluss..sucii...dan elok adalah seorang ibu ..

tidakkk mungkin ada anak yang berniatt menyakitii ibu ... tidak satu orang anakpun yang membiarkan ibunya menderita...
tp terkadang kita tidak sedikitt peka saja ..
haruss bagaimana kitaa??
tidakk harusss memperlakukab ibu seperti ibu mmperlakukan kita sewaktu dulu ..
tp kitaa seharusnya sedikit memikirkan perasaann ibu ...
menurutiii kemauann ibu ...
dannn mentaati peraturan ibu..
sayaa akuii..memang susahh...

. bayangkan jika , ibu sudah ta ada lagi ddkat kita ...
ocehan ibu sudah taa ada lagi terdengar ///
bahkannn suara air ibu yang sedang mandi juga tidak ada??
kita akan pergi kmana??
siapa lagii orang yang kita panggilll dannn yang sll setiaa ada dsamping kitaa???
pacarr??????tidakk mungkin senyaman ibu ... meskipun mungkin dia seorang permpuan :)

mulailah sedikitt menjaga perasaan ibu ,,,
hormatii ibu ...
jagaii ibu ...
lakukan ibu .. seperti selayak memperlakukn orang yang telah memperlakukan kita bak raja dan ratu ..

tp my mom ...
maav...
kita sll berbeda pendapat...
kita sm2 kerass..dan kita pun sama2 taa mau kalah ..
lwat notess ini .. aku tunjukinn . .kasiih mu masih teringatt ..
dan jangan sesekali lagi kata2 tidak menghargaimu terucap .. karna sungguh ... penghargaan tertiinnggiipun akan kuberikan :)
lauv u :)

Kamu

oleh Nana

Kamu..
yang buat aku semangat.
Kamu..
yang buat aku bahagia.
Kamu..
yang slalu ada dihatiku.
Kamu..
yang slalu aku sayang.
Kamu......
sampai kapanpun, kamu slalu ada dihati ku.
sampai kapanpun, kamu akan slalu ku sayang.
Karna kamu yang buat hidup ini jadi lebih indah.
Tak ada yang bisa gantikan kamu dihatiku..
Apapun yang terjadi,
aku akan slalu sayang kamu,
aku akan slalu ada untukmu,
dan aku akan slalu tersenyum manis untukmu...

Karena aku suka hujan

oleh Silviatus

Setiap tetesnya aku yakin itulah berkah,,
hujan,,
menghipnotis ku untk melamun,
sepi'a membwa aku mengingat masa lalu..
Setiap hujan ada rasa kosoNg,
entah apa itu,
tp kosoNg itulah yg membuatku tenang...
Hanya suara hujan lah
yg menemani sepiku..

hoaaa....haaa

oleh Zahra

semua kata-kata cinta tertahan dibibir

teruss tertahan ...

hingga membuat dadaku sesak ..

ku putuskan untuk menelannya

bersama air yang ku minum

dan nasi yang ku makan ...

perutkupun menolak ...

kata-kata itupun kembali tertahan dibibir...



kata-kata cinta ini mungkin tak seindah lagu

tak semerdu nyanyian burung merpati ..

tak seindah pelangi seusaii gerimis siang ..

tapii ku pastikan kata-kata ini

kata penuh pembuktian jujur dari hatii ..

hati dan aku pembantu mu dikala susah ...

penghibur mu dikala sedih ...

pengingat mu diikala lupa ...

penjagamu disaat kau tertidur lelap ...



tapii tetapp entah sampai kapan kata cinta ini tertahan ..

akan teruss sepert ini atau lenyap begitu saja ...

Hari yang special

oleh Nana

hmm...
hari ini,
hari selasa, tanggal 8 februari 2011 adalah hari special buat saya. Seneng banget...
ga nyangka. . .
sumpah ga nyangka banget..
1.kamu ngajak nonton
2.kamu jemput saya
3.boncengan ma kamu
4.duduk deketan
5.trus bisa ngobrol2 juga
6.dianterin pula, walaupun ga nyampe rumah, krna saya ny ada perlu juga ma temen d skolah.
sumpah . . . . .
ga nyangka banget..
kayak mimpi...

kamu cakep bangettt tadi..:)

hari ini bener2 hari special buat saya :)
makasih yaa :)

HARI ITU

oleh Lela

Sungguh memang tak ada yang bisa menandingi kebesaran_Nya....

aku sangat malu atas apa yg telah aku perbuat slama ini...

aku slalu melanggar perintahNya....berbuat semau diri....

tak pernah patuh dengan ajaranya...bahkan menjalankan setiap larangan_Nya





Tapi kini,,,apa yang aku dapat?....

justru nikmat yang sangatlah istimewa...yang tak pernah aku sadari slama ini..

Dia sungguh mengistimewakan aku....

Dia slalu memberikan yang trbaik untukku,, mencukupi segala kebutuhanku,,

mengabulkan setiap doa-doaku...dan slalu menjagaku dari keburukan...





aku tertunduk malu....dan aku bersimpuh dihadap_Mu



Aku mohon selamatkan aku di HARI ITU....

doa ku...

oleh Bam's Voetra Zaha

A'uudzu billahi minasy syaithaanir rajiim

Bismillahirrahmanirrahiim.



Ya Allah S.W.T

pada malam hari ini saya bermunajat memohon kepadamu Ya Allah...

semoga semua siswa/i Kelas XII SMKN 1 JAMBLANG, besok pagi bisa mengerjakan soal UN (UJIAN NASIONAL) Produktif/Kejuruan dengan BAIK, bisa mengerjakannya dengan LANCAR sampai SELESAI, dan mendapatkan hasil akhir yang BAIK & LULUS UN (UJIAN NASIONAL).



Amin Ya Rabbal'Alamiin...

cintaaaa hahahahaaa

oleh Zahra Mutia

haiiiiiiiiii sang pujangga ... mulailahhh ukirrr kata2 cintaaa...
buatt smuaaaaaa sang pecintaa menari2 indahh akan perasannn indah itu..
jangan biarkann cintaaa hanya sebatass kataa...
sadarkan dengan kata2mu ... cintaaa ituu sepertiii airrrrr jernihhhh d bawahh gununggg dan dkelilingiiiiii alunan musikkk sang pianisss iseng dpinggirrrrr airrr ituu...
dengannn dentingg pianoooo .. yang....membuatttt mata terpejammm dannn hatiii menyerkahh .... dann cintaa ituu lebihh terasaa menusukk k dalam sukmaa..


indahhh... akan nyataanyaa cintaaa.....
buatt semuaaaa seperttiii alunannnnn ..... tenangg dannnn membasuuh kalbuu akan benciii dan nista...
semuaaa senang...semuaaaaa damaiii....
indahh...sungguh sangattt indahh...
taa adaaa laaagii makiannn...
taaa adaaa lagiii lukaa ......
taaa adaaa lagiii.... k terpurukann sang pencintaa :)

haiii...peri2 cintaa....
bangkitkanlahhhhhh sang pencintaa yang sedang terjatuhh..terkulaiii lemahhh karnaa pahitnyaaa dampak cintaa....
kuatkannn tulang2hatii merekaa.......tambahkanlahhh di sana keajaiban mu,,,
bukaa lahh mata merekaaa dengan senyumanmu.....hinggaa merekaa jadiii bangkiittt...dan siapp untukkk membuang cinta yang lamaa...dan mempersiapkannnn cintaa sempurnaa untukkk sang pencintaaa yang baruu...jgnbiarkannn merekaa matii taa berdaayaa...
peliharaaalaahh hatiii merekaa yang sedang terluka ituu..sembuhkannn dengannn ramuann cintaaamu:)

haaaiiii...malaikattt cintaaaaaaa
jagaalahhh keduaa mataaaa sang pencintaaa....
jagalahhhh hatii sang pencintaa...
jagalahhh kedua tangannn sang pencintaa....
merekaa sang pencintaa yang sedang diberi kesempatannn untukkk menjagaa cebuahhh cintaaa dan duaa hatiii...
jagalahhh mata merekaaaa...agarrr tidakkkk mencobaa melirikkk k makluk PENGGODA cintaa
jagalaaaahh hatii mrekaaa....agarr tidakk ada inginn untukk MENGHIANATI cintaaa
jagaalahh tangaann merekaaa....agarrrr tidakkk merusaakk PASANGAN meerrekaaaa....dgn rasa cintaa yangg mendekatii NAFSU.....

sungguuhhh indahhh cintaaaa ituu...
sungguuhhh pahittt lukaaa ituu.....

semuaaaaa inginnn indahh...
semuaaa benciii lukaa....

tapiiii.....
marilahhhh...........jagaa cintaaaa...dan terus lahhh menjaga kesucian cintaaa :)

Bicara Laki-laki Bicara Soal Kepemimpinan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Mengapa perempuan lebih mendominasi di setiap lini dibandingkan laki-laki saat ini ?, itulah pertanyaan yang mungkin akan anda tanyakan jika anda seorang laki-laki “tulen” yang merasa kalah saing oleh kaum perempuan. Jika anda tidak merasa, coba periksa jenis kelamin dalam akte kelahiran anda, dan pastikan bahwa anda adalah seorang LAKI-LAKI (hehehe).

Apakah karena perbandingan antara laki-laki dan perempuan yang hampir satu banding sepuluh saat ini ? mungkin bukan hanya itu alasan yang mendasarinya, mungkin juga karena psikologi perempuan yang lebih unggul dibandingkan laki-laki.

Kebetulan saya adalah orang yang aktif dalam kegiatan di sekolah, saya bukan hanya aktif di salah satu Ekstrakulikuler, namun sayapun aktif dalam kelompok keagamaan. Terfikir dalam benak saya, mengapa di setiap organisasi intra maupun ekstra khususnya yang ada di sekolah saya sendiri, begitupun kelas IPA yang saat ini saya duduki, jumlah anggota putra yang aktif lebih sedikit dibandingkan anggota putri ?. Padahal yang seharusnya lebih aktif itu laki-laki. Karena pada hakikatnya laki-lakilah yang akan maju sebagai seorang pemimpin bagi kaum wanita. memang kemerosotan telah tampak pada kaum laki-laki. Saya akan sedikit membahas tentang Hakikat laki-laki sebagai seorang pemimpin.

Allah SWT dengan jelas dan gamblang memberikan keistimewaan didalam Al Quran kepada kaum laki-laki dengan memberikan hak khusus untuk memimpin kaum perempuan.





Allah SWT berfirman:

”Kaum pria adalah pelindung 1) bagi kaum wanita. Karena Allah telah melebihkan golongannya dari golongan perempuan, lagi pula kedudukannya sebagai pihak yang memberi nafkah dengan hartanya. Sebab itu perempuan yang baik ialah perempuan yang patuh, memelihara kehormatannya, terutama sepeninggal suaminya, sesuai dengan perintah Allah yang diperintahkannya tentang pemeliharaan kehormatan dan rahasia rumah tangga itu. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan kedurhakaannya, berilah pengajaran yang baik, hukumlah dengan berpisah tidur, dan pukullah 2) ia. Tetapi jika ia mematuhimu, janganlah kamu cari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah itu Maha Tinggi dan Besar.” (QS. An Nisa:34)

1) Maksudnya menjaga dan memelihara. Karena laki-laki memiliki kelebihan kekuatan jasmani.

2) Maksudnya diberi pengajaran secara bertahap. Yaitu mula-mula diberikan nasihat, bila ia tidak juga menurut, barulah dipukul, tetapi pukulan ini tidak boleh terlalu menyakiti dan melukai.



Lantas, apakah kita sebagai kaum adam tak merasa malu akan firman Allah tersebut ? Namun dengan adanya dasar tersebut, jangan dijadikan salah persepsi oleh para laki-laki, agar dengan bebas memperlakukan wanita seenaknya dan menganggap rendah wanita. walaupun derajat lelaki lebih tinggi dibandingkan wanita, kita sebagai laki-laki harus memberikan penghormatan tertinggi kepada “makhluk halus” yang satu ini. Tanpa adanya mereka kita takkan mungkin ada sekarang, bukannkah kita terlahir dari seorang ibu, dan bukan dari seorang ayah yang tak mempunyai organ sangat penting yakni rahim.

Sungguh sangat memalukan, Tentunya kita tahu program televisi berjudul “Suami-Suami Takut Istri” yang ditayangkan oleh salah satu Televisi swasta tanah air. Sinetron ini menceritakan tentang tunduknya para suami terhadap istrinya. Apakah ini gambaran laki-laki di jaman sekarang ?

Bukti : Nabi SAW menetapkan bahwa kaum laki-laki seharusnya yang memimpin. (saya kutip dari artikel Rumaysho.com yang berjudul “Suatu Bangsa Tidak Akan Bahagia Jika di Pimpin Wanita” karangan Muhammad Abduh Tuasikal)

Bukti Pertama ; Nabi Saw tidak pernah mengangkat pemimpin (amir) dari kaum wanita.



Bukti kedua ; Imam shalat tidak pernah seorang wanita , tetapi seorang laki-laki. Bahkan ketika beliau sakit tidaklah menyuruh istrinya untuk menjadi imam.



Bukti Ketiga ; Hak-hak laki-laki lebih mulia daripada wanita.

Nabi SAW bersabda,

“Andai Aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, tentu akan Ku perintahkan wanita sujud kepada suaminya.”(HR. Tirmidzi no. 1159. Syaikh Al Abani mengatakan bahwa hadits ini shohih)





Bukti keempat ; Wanita harus izin jika ingin puasa sunah. Hal ini ditegaskan dari hadits Abu Hurairah ra.



Rasulullah SAW bersabda,

“Hendaklah wanita tidak berpuasa (sunnah) apabila suaminya ada dirumah selain dengan seizin suaminya.”(HR. Bukhari)



Bukti kelima ; Laki-laki wajib ditaati, sebagaimana hadits Abu Hurairah ra.

Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila seorang suami mengajak istrinya ketempat tidurnya, lalu istrinya enggan mendatanginya, sehingga suaminya tidur dalam keadaan marah, maka malaikat akan melaknat istri tersebut sampai pagi hari.”(HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa suami punya hak memerintah istrinya karena suami adalah pemimpin.



Bukti lain dalam sejarah Islam adalah bahwa semua para rosul dan nabi adalah laki-laki, begitu juga semua Khalifah adalah LAKI-LAKI.

Itulah salah satu contoh nyata yang diberikan oleh panutan kita Nabi Muhammad SAW. Selayaknya kita merasa malu sebagai laki-laki yang memang sudah diberikan tanggung jawab berupa kelebihan kekuatan jasmani. Pepatah jawa mengatakan, setinggi tingginya tingkat pendidikan seorang perempuan, toh ujung-ujungnya juga di “Dapur, Sumur, Kasur”. Sepertinya pepatah itu tak berlaku dewasa ini. Tanpa adanya rasa malu jika perempuan yang bisa melakukan segala hal, dari mulai yang pokok seperti mengurusi rumah, mengurusi keluarga, mengasuh anak, mencari nafkah, bahkan tak sedikit yang mampu berprestasi menyaingi kaum laki-laki. Kita ambil contoh, dalam sejarah negara kita, seorang perempuan pernah menjabat sebagai seorang Presiden. Yakni Ibu Megawati Soekarno Putri. Hebat bukan? Apakah kaum Adam masih ingin dipermalukan oleh prestasi yang seolah-olah mengejek kita kaum yang secara jelas,tegas serta pantas ditujukan kepada laki-laki ?. memang benar adanya jika laki-laki pada hakikatnya adalah seorang pemimpin seperti yang dimaksud dalam QS. An Nisa yang sudah dijelaskan diatas tadi. Kita sebagai kaum Adam tidak bisa menyalahkan R.A. Kartini yang menuntut emansipasi wanita. Kita pun tak bisa menuntut waktu untuk kembali kemasa lampau menolak keberadaan Ibu Megawati sebagai seorang presiden, yang sepertinya gelar tersebut tak cocok disandangnya hanya karena dia adalah seorang WANITA. Harusnya kita berbenah diri, bermuhasabah. Dan jika laki-laki masih terus dalam keterpurukan. Jangan merasa malu jikalau suatu saat nanti, dan mungkin bisa saja terjadi para suami yang “memakai pakain daster” mengurusi rumah tangganya dari mulai mencuci hingga menjemur pakain, sampai mengurusi anaknya dirumah dan para kaum wanita-nyalah yang menafkahi keluarganya. Naudzubillah. Islam bukan memihak kepada kaum laki-laki, namun kenyataannya laki-laki itu diberikan amanat untuk menjadi seorang pemimpin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



Ade C. Sutrisna