Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Mengapa perempuan lebih mendominasi di setiap lini dibandingkan laki-laki saat ini ?, itulah pertanyaan yang mungkin akan anda tanyakan jika anda seorang laki-laki “tulen” yang merasa kalah saing oleh kaum perempuan. Jika anda tidak merasa, coba periksa jenis kelamin dalam akte kelahiran anda, dan pastikan bahwa anda adalah seorang LAKI-LAKI (hehehe).
Apakah karena perbandingan antara laki-laki dan perempuan yang hampir satu banding sepuluh saat ini ? mungkin bukan hanya itu alasan yang mendasarinya, mungkin juga karena psikologi perempuan yang lebih unggul dibandingkan laki-laki.
Kebetulan saya adalah orang yang aktif dalam kegiatan di sekolah, saya bukan hanya aktif di salah satu Ekstrakulikuler, namun sayapun aktif dalam kelompok keagamaan. Terfikir dalam benak saya, mengapa di setiap organisasi intra maupun ekstra khususnya yang ada di sekolah saya sendiri, begitupun kelas IPA yang saat ini saya duduki, jumlah anggota putra yang aktif lebih sedikit dibandingkan anggota putri ?. Padahal yang seharusnya lebih aktif itu laki-laki. Karena pada hakikatnya laki-lakilah yang akan maju sebagai seorang pemimpin bagi kaum wanita. memang kemerosotan telah tampak pada kaum laki-laki. Saya akan sedikit membahas tentang Hakikat laki-laki sebagai seorang pemimpin.
Allah SWT dengan jelas dan gamblang memberikan keistimewaan didalam Al Quran kepada kaum laki-laki dengan memberikan hak khusus untuk memimpin kaum perempuan.
Allah SWT berfirman:
”Kaum pria adalah pelindung 1) bagi kaum wanita. Karena Allah telah melebihkan golongannya dari golongan perempuan, lagi pula kedudukannya sebagai pihak yang memberi nafkah dengan hartanya. Sebab itu perempuan yang baik ialah perempuan yang patuh, memelihara kehormatannya, terutama sepeninggal suaminya, sesuai dengan perintah Allah yang diperintahkannya tentang pemeliharaan kehormatan dan rahasia rumah tangga itu. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan kedurhakaannya, berilah pengajaran yang baik, hukumlah dengan berpisah tidur, dan pukullah 2) ia. Tetapi jika ia mematuhimu, janganlah kamu cari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah itu Maha Tinggi dan Besar.” (QS. An Nisa:34)
1) Maksudnya menjaga dan memelihara. Karena laki-laki memiliki kelebihan kekuatan jasmani.
2) Maksudnya diberi pengajaran secara bertahap. Yaitu mula-mula diberikan nasihat, bila ia tidak juga menurut, barulah dipukul, tetapi pukulan ini tidak boleh terlalu menyakiti dan melukai.
Lantas, apakah kita sebagai kaum adam tak merasa malu akan firman Allah tersebut ? Namun dengan adanya dasar tersebut, jangan dijadikan salah persepsi oleh para laki-laki, agar dengan bebas memperlakukan wanita seenaknya dan menganggap rendah wanita. walaupun derajat lelaki lebih tinggi dibandingkan wanita, kita sebagai laki-laki harus memberikan penghormatan tertinggi kepada “makhluk halus” yang satu ini. Tanpa adanya mereka kita takkan mungkin ada sekarang, bukannkah kita terlahir dari seorang ibu, dan bukan dari seorang ayah yang tak mempunyai organ sangat penting yakni rahim.
Sungguh sangat memalukan, Tentunya kita tahu program televisi berjudul “Suami-Suami Takut Istri” yang ditayangkan oleh salah satu Televisi swasta tanah air. Sinetron ini menceritakan tentang tunduknya para suami terhadap istrinya. Apakah ini gambaran laki-laki di jaman sekarang ?
Bukti : Nabi SAW menetapkan bahwa kaum laki-laki seharusnya yang memimpin. (saya kutip dari artikel Rumaysho.com yang berjudul “Suatu Bangsa Tidak Akan Bahagia Jika di Pimpin Wanita” karangan Muhammad Abduh Tuasikal)
Bukti Pertama ; Nabi Saw tidak pernah mengangkat pemimpin (amir) dari kaum wanita.
Bukti kedua ; Imam shalat tidak pernah seorang wanita , tetapi seorang laki-laki. Bahkan ketika beliau sakit tidaklah menyuruh istrinya untuk menjadi imam.
Bukti Ketiga ; Hak-hak laki-laki lebih mulia daripada wanita.
Nabi SAW bersabda,
“Andai Aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, tentu akan Ku perintahkan wanita sujud kepada suaminya.”(HR. Tirmidzi no. 1159. Syaikh Al Abani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Bukti keempat ; Wanita harus izin jika ingin puasa sunah. Hal ini ditegaskan dari hadits Abu Hurairah ra.
Rasulullah SAW bersabda,
“Hendaklah wanita tidak berpuasa (sunnah) apabila suaminya ada dirumah selain dengan seizin suaminya.”(HR. Bukhari)
Bukti kelima ; Laki-laki wajib ditaati, sebagaimana hadits Abu Hurairah ra.
Rasulullah SAW bersabda,
“Apabila seorang suami mengajak istrinya ketempat tidurnya, lalu istrinya enggan mendatanginya, sehingga suaminya tidur dalam keadaan marah, maka malaikat akan melaknat istri tersebut sampai pagi hari.”(HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa suami punya hak memerintah istrinya karena suami adalah pemimpin.
Bukti lain dalam sejarah Islam adalah bahwa semua para rosul dan nabi adalah laki-laki, begitu juga semua Khalifah adalah LAKI-LAKI.
Itulah salah satu contoh nyata yang diberikan oleh panutan kita Nabi Muhammad SAW. Selayaknya kita merasa malu sebagai laki-laki yang memang sudah diberikan tanggung jawab berupa kelebihan kekuatan jasmani. Pepatah jawa mengatakan, setinggi tingginya tingkat pendidikan seorang perempuan, toh ujung-ujungnya juga di “Dapur, Sumur, Kasur”. Sepertinya pepatah itu tak berlaku dewasa ini. Tanpa adanya rasa malu jika perempuan yang bisa melakukan segala hal, dari mulai yang pokok seperti mengurusi rumah, mengurusi keluarga, mengasuh anak, mencari nafkah, bahkan tak sedikit yang mampu berprestasi menyaingi kaum laki-laki. Kita ambil contoh, dalam sejarah negara kita, seorang perempuan pernah menjabat sebagai seorang Presiden. Yakni Ibu Megawati Soekarno Putri. Hebat bukan? Apakah kaum Adam masih ingin dipermalukan oleh prestasi yang seolah-olah mengejek kita kaum yang secara jelas,tegas serta pantas ditujukan kepada laki-laki ?. memang benar adanya jika laki-laki pada hakikatnya adalah seorang pemimpin seperti yang dimaksud dalam QS. An Nisa yang sudah dijelaskan diatas tadi. Kita sebagai kaum Adam tidak bisa menyalahkan R.A. Kartini yang menuntut emansipasi wanita. Kita pun tak bisa menuntut waktu untuk kembali kemasa lampau menolak keberadaan Ibu Megawati sebagai seorang presiden, yang sepertinya gelar tersebut tak cocok disandangnya hanya karena dia adalah seorang WANITA. Harusnya kita berbenah diri, bermuhasabah. Dan jika laki-laki masih terus dalam keterpurukan. Jangan merasa malu jikalau suatu saat nanti, dan mungkin bisa saja terjadi para suami yang “memakai pakain daster” mengurusi rumah tangganya dari mulai mencuci hingga menjemur pakain, sampai mengurusi anaknya dirumah dan para kaum wanita-nyalah yang menafkahi keluarganya. Naudzubillah. Islam bukan memihak kepada kaum laki-laki, namun kenyataannya laki-laki itu diberikan amanat untuk menjadi seorang pemimpin.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Ade C. Sutrisna
skip to main |
skip to sidebar
Facebook
Senin, 28 Maret 2011
Labels
- isi hati (24)
- maaf (2)
- nasehat (5)
- Rindu (10)
- sahabat (6)
- tentan cowo (4)
- untuk di ingat (14)
Blog Archive
-
▼
2011
(36)
-
▼
Maret
(22)
- pergi saja
- Mentari Pagi
- maap gak sopan
- IBU
- If you're not the one
- Kamu
- Karena aku suka hujan
- KEPERGIANMU
- hoaaa....haaa
- Hari yang special
- HARI ITU
- doa ku...
- DIAM
- Darimu untkku!!
- cowo yg MUNAFIK
- cintaaaa hahahahaaa
- Bicara Laki-laki Bicara Soal Kepemimpinan
- Arti seorang sahabat untuk para sahabatku.
- ampuni aku,aku seorang lesbian
- aku hanya ranting pohon
- .. buatt temennkuuu ..
- _Pergi dari Ini_
-
▼
Maret
(22)
Pengikut
van 'isuramu senshi. Diberdayakan oleh Blogger.



0 komentar:
Posting Komentar